“Tante!” seru Dita riang begitu melihat Tanti tiba di teras. Gadis kecil itu langsung berlari memeluk pinggang tantenya.
Dita mengangguk, belum sepenuhnya mengerti arti berat dari pesan itu. Tapi ia tahu, Tanti selalu menjadi tempat teraman kedua setelah orang tuanya. tante dan keponakan
“Ada oleh-oleh untuk Dita?” tanya Dita dengan mata berbinar. “Tante
Dita bertepuk tangan gembira. Mereka lalu duduk di ruang tamu, menikmati bolu dan teh hangat. Tanti bercerita tentang pekerjaannya, sementara Dita dengan antusias bercerita tentang tugas sekolah dan mimpi anehnya semalam. tante dan keponakan
Dita tersenyum. “Dita juga sayang Tante, sampai ketemu lagi minggu depan.”
Setiap akhir pekan, Tanti selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah kakaknya. Bukan karena ada keperluan penting, melainkan karena ia sudah tidak sabar bertemu dengan keponakan semata wayangnya, Dita.